Jumat, 11 Maret 2016

REMAJA... ASET NEGARAKU




Persoalan keluarga berencana merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh negara-negara besar yang memiliki jumlah penduduk yang sangat padat, dan untuk Indonesia sendiri menempati urutan ke 4 setelah China, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk indonesia berdasarkan proyeksi data penduduk tahun 2010 menurut badan pusat statistik (BPS) indonesia, jumlah penduduk indonesia di tahun 2015 mencapai 255.461 ribu jiwa. Ternyata dari jumlah tersebut, sepertiganya adalah penduduk remaja yang berusia 10-24 tahun. Melihat hal ini kita bangsa indonesia harus bersiap-siap untuk menghadapi bonus demografi di tahun 2030.
Bonus demografi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang. Bonus Demografi terjadi karena penurunan kelahiran yang dalam jangka panjang menurunkan proporsi penduduk muda sehingga investasi untuk pemenuhan kebutuhannya berkurang dan sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Negara harus serius melihat dampak dari bonus demografi ini, akankah benar-benar menjadi keuntungan bagi negara atau malah menjadi bencana demografi.
Hal ini disebabkan oleh maraknya seks bebas dikalangan remaja yang dilatarbelakangi rasa ingin tahu. Apalagi di jaman modern ini, semua bisa di akses dengan mudah di internet, termasuk video porno yang bisa merangsang gairang untuk melakukan seks bebas. Sehingga mereka akan mencoba-coba melakukannya untuk kesenangan tanpa memikirkan hal yang dapat terjadi. Kemudian mereka menikah tanpa memikirkan apa yang akan dilakukan setelah menikah dan dimana meraka akan bekerja untuk biaya hidup.
Dampak dari pernikahan usia dini sangatlah banyak. Hal yang paling sering terjadi ialah kekerasan dalam rumah tangga akibat dari kurangnya kesiapan mental dan sosial dari remaja untuk menjadi orang tua dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain itu bahaya juga sedang mengintai calon ibu dan bayinya. Pada masa hamil dapat terjadi keguguran karena kondisi rahim yang belum siap sebagai tempat berkembangnya janin. Disamping itu resiko bayi lahir dengan berat badan rendah sampai kecacatan cukup tinggi. Pada saat persalinan dapat terjadi perdarahan dan tak jarang terjadi kematian ibu. Setelah bersalin ibu dapat mengalami depresi postpartum karena di usia yang masih muda sudah harus mengurusi bayi dan melakukan pekerjaan rumah.
Sering terjadi di masyarakat, pasangan yang menikah muda cenderung belum memiliki pengetahuan mengenai keluarga berencana. Sehingga tak jarang seorang ibu usia 25 tahun sudah memiliki 3 anak dan bahkan di pedesaan ada yang sedang mengandung anak ke empatnya. Hal ini terjadi karena memang dari pemahaman masyarakat belum cukup mengenai bagaimana untuk merencanakan keluarga yang sehat.
Kejadian-kejadian seperti inilah yang akan berdampak besar pada pemerintahan. Disamping itu pernikahan dini merupakan salah satu penyumbang angka peningkatan pertumbuhan penduduk di Indonesia, karena mereka telah menambah jumlah penduduk dari usia muda bayangkan jika anak mereka juga menikah muda, akan berapa persen peningkatan pertumbuhan penduduk yang terjadi di tahun 2030. Selain itu angka ketergantungan meningkat sehingga negara harus mengeluarkan uang untuk membantu masyarakat. Seharusnya dengan adanya bonus demografi, jumlah masyarakat produktif lebih banyak sehingga akan berdampak positif terhadap negara.
Banyak upaya yang telah dilakukan oleh BKKBN untuk menangani masalah kependudukan. Pada penduduk remaja, program yang digalakkan adalah program generasi berencana (genre) yaitu dengan pendewasaan usia perkawinan. Dimana usia sehat menurut BKKBN untuk menikah adalah minimal 21 tahun untuk perempuan dan minimal 25 tahun untuk laki-laki. Pada usia 21 tahun organ reproduksi remaja putri sudah berkembang optimal, sehingga sudah siap sebagai tempat perkembangan janin dan siap untuk menjadi seorang ibu. Sedangkan di usia 25 tahun seorang laki-laki dianggap sudah matang dari segi fisik, mental dan sosial untuk menjadi kepala rumah tangga. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mensukseskan program genre karena remaja merupakan aset negara generasi penerus bangsa. Siapkan remaja untuk menghadapi bonus demografi dengan membekali mereka pengetahuan dan pendidikan karakter. Bila kualitas remaja rendah maka negara tidak akan dapat menjadi negara yang maju.

Kamis, 08 Oktober 2015

NIKAH MUDA BUKAN PILIHAN



 

Hai sahabat...kali ini saya akan memberikan informasi penting tentang menikah usia muda, semoga membuat kalian berfikir kembali untuk membuat keputusan akan menikah muda ya...
keep reading..:)
 
Ternyata maraknya pernikahan usia dini ternyata turut menyumbang pada tingginya angka kematian ibu. Pernikahan usia dini termasuk faktor risiko kematian ibu. Risiko kematian ibu naik jika hamil di usia terlalu muda, jarak antar kehamilan terlalu rapat, jumlah anak terlalu banyak, dan hamil di usia terlalu tua.. Dari sisi kesehatan, organ reproduksi perempuan berusia di bawah 19 tahun belum matang sehingga menikah dan hamil di usia itu berisiko tinggi, seperti perdarahan. Di usia itu, pengetahuan kesehatan reproduksi remaja juga kurang. 

Data Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukkan, angka pernikahan usia dini (19 tahun ke bawah) 46,7 persen. Bahkan, perkawinan di kelompok umur 10-14 tahun hampir 5 persen.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 menyebutkan, 12,8 persen perempuan usia 15-19 tahun sudah menikah. Pernikahan remaja terbanyak terjadi di pedesaan pada perempuan berstatus pendidikan rendah dan berasal dari keluarga berstatus ekonomi rendah.

Namun, pernikahan remaja di perkotaan, khususnya di daerah suburban, meningkat pesat. Dengan melebarnya wilayah perkotaan, peluang pernikahan dini di pinggir kota kian besar.

Selain pendewasaan usia pernikahan, calon ibu juga harus berstatus gizi baik sejak remaja, bahkan anak-anak. Jika status gizi calon ibu kurang, kehamilan kurang gizi memicu anemia yang berdampak buruk pada janin. Pengetahuan gizi dan kesehatan reproduksi yang baik bisa diperoleh dari tenaga kesehatan dan sekolah.

Karena itu, pendewasaan usia pernikahan dan pembekalan pengetahuan kesehatan reproduksi mesti dilakukan. Sebab, upaya menurunkan kematian ibu saat hamil, persalinan, dan masa nifas sulit dilakukan tanpa menyiapkan kehamilan ibu sejak dini.

Kehamilan usia muda juga memicu persoalan baru. Banyak ibu muda tidak paham dirinya hamil karena tidak punya pengetahuan reproduksi yang cukup. Sehingga resiko melahirkan bayi cacat juga cukup tinggi.

Jadi buat kalian yang masih muda, masih remaja, nikmatilah masa muda kalian, kalo sekolah ya sekolah, kuliah ya kuliah, karena ketika menikah tanggung jawab yang lebih besar akan kalian jalani. Baik sebagai istri, ibu maupun menantu.Tidak ada yang lebih menyenangkan dari masa remaja. Ingat usia menikah yang sehat menurut BKKBN minimal untuk perempuan adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.
 
Jadi masih pengen nikah muda??...
sukses dulu kali ya...:D

Jumat, 10 Oktober 2014

GENERASI ANTI KORUPSI

Salah satu permasalahan kependudukan yang sedang dialami bangsa kita saat ini adalah Korupsi.
Korupsi sepertinya telah menjamur dikalangan pejabat negara. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya KPK menjaring orang-orang yang melakukan tindak kejahatan korupsi yang berlatarbelakang pejabat negara. Namun memang tidak semua pejabat negara melakukan tindak korupsi. Tetapi hanya sedikit yang berani berkoar dan dengan tegas untuk menolak tindakan korupsi. Hal inilah yang membuat tindak korupsi tidak dapat diberantas sampai ke akarnya.

Perhatikan tokoh ini,



Ya...beliau adalah orang yang belakangan paling sering muncul di TV dan dengan tegas menolak tindak korupsi. Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau sering disebut Pak Ahok. Beliau juga dengan berani mengunggah kegiatan-kegiatan pemerintahan ke media. Sifat transparan inilah yang membuat beliau dikagumi banyak orang terutama dari kalangan mahasiswa. Namun tidak sama dengan beberapa pihak/golongan lain, Pak Ahok dianggap malah melecehkan beberapa pihak. Tetapi hal tersebut tak lantas membuat pah Ahok menyerah, beliau tetap berpegang teguh pada prinsipnya selama itu benar, meskipun banyak serangan yang digencarkan untuk beliau.

Tokoh Berikutnya adalah


Beliau adalah bapak Ketua KPK kita. Bapak Abraham Samad. Beliau juga merupakan tokoh yang tetap berpegang teguh pada prinsipnya untuk memberantas tindak korupsi di negeri ini. Tanpa pandang bulu beliau menangkap pejabat negara yang melakukan tindak korupsi. Berlatarbelakang dari pengalam waktu kecilnya yang dimarahi oleh ibunya karena mengambil tanpa ijin kapur tulis dari sekolah, membuat tokoh satu ini menjadi salah satu tokoh yang memiliki integritas tinggi dan mampu memimpin KPK dengan baik.

Mereka berdua tidak hanya berkoar tetapi juga mengajak orang lain untuk ikut serta dalam gerakan anti korupsi. Hal ini patut kita jadikan panutan. Apabila kita menginginkan perubahan terhadap negara kita, kita tidak bisa hanya memperbaiki diri dan diam menonton. Tetapi kita harus berusaha berbicara dan mengajak orang lain untuk bergabung bersama kita. Sehingga kita memiliki kekuatan untuk melawan maraknya tindak korupsi.

Oleh karena itu sahabatku semua yang membaca tulisan ini, marilah kita bersama-sama ikut serta untuk memerangi tindak korupsi di negeri tercinta ini. Menjadi Generasi Anti Korupsi. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Saya harap setelah membaca ini, pikiran kita menjadi lebih terbuka lagi, dan tanyakan pada diri kalian...
" Tidakkah saya ingin menjadi bagian dari perubahan negeri ini??...Apakah hal sederhana yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki negeri ini??..."

Salam sahabat, salam anti korupsi..

Kamis, 15 Mei 2014

BKKBN selenggarakan Lomba Kependudukan ke- II Tahun 2014

Seperti di tahun sebelumnya BKKBN juga menyelenggarakan lomba yang bertema " Kependudukan di Indonesia" pada tahun 2014 ini. Adapun Lomba yang diselenggarakan adalah:
  1. Lomba Penulisan Kreatif
  2. Lomba Blogger
  3. Lomba Pidato
Seperti di tahun 2013 lalu para pemenang akan di Undang ke Jakarta untuk mengikuti lomba memperebutkan juara I, II dan III tingkat Nasional.

Info lengkap Klik http://www.bkkbn.go.id/publikasi/default.aspx?RootFolder=%2Fpublikasi%2FDocuments%2FDirektorat+Kerjasama+Pendidikan+Kependudukan%2FLomba+Kependudukan&FolderCTID=0x01200074B83452296D1146BDAC0BABD4CEDDB0&View={473A1CEF-16F0-4CE8-8E63-4BDD708AD477}&I

Seluruh biaya transportasi di tanggung panitia.
Jadi Dont Miss It ya..:D

Sabtu, 07 Desember 2013

NELSON AJA BANGGA PAKE BATIK, MASA KITA ENGGAK??

Baru tanggal 5 Desember kemarin Afrika kehilangan salah satu putra terbaik mereka...
NELSON MANDELA, 
Siapa yang tidak mengenal beliau, beliau adalah orang hebat yang sangat terkenal akan kiprahnya di dunia revolusioner anti apherteid dan politisi afrika...
setelah meninggal orang2 semakin menggali tentang sosok Nelson Mandela, akhirnya saya menemukan salah satu artikel yang menunjukan kecintaan seorang Nelson Mandela dengan Indonesia...

 

Nelson Mandela dan Batik Indonesia

Satu yang paling diingat warga Indonesia dari almarhum Nelson Mandela, yaitu keberanian dan konsistensinya tampil beda dengan mengenakan batik Indonesia dalam berbagai acara dunia.
Nelson Mandela sering mengenakan baju bermotif batik dalam berbagi peristiwa (foto: dok).
Nelson Mandela sering mengenakan baju bermotif batik dalam berbagi peristiwa (foto: dok).

Masyarakat Indonesia turut berbelasungkawa dengan wafatnya Nelson Mandela 5 Desember lalu. Tetapi ada satu yang paling diingat warga Indonesia dari Mandela, yaitu keberanian dan konsistensinya tampil beda dengan mengenakan batik Indonesia dalam berbagai acara dunia.

“Pertama kita semua di seluruh dunia ini menghormati Mandela dari banyak sisi. Sisi perdamaian dan ketegaran. Indonesia menambah satu lagi yaitu sisi budaya. Bagaimana Mandela lebih berani dan konsisten mengenakan batik daripada rakyat Indonesia. Kita hormati dia karena telah memotivasi dan memberi dorongan untuk mengenakan batik tradisional kita, disamping faktor-faktor lain yang dihargai dunia. Saya sendiri waktu pada waktu mengubah kebiasaan Indonesia dari jas ke batik sering merujuk pada Mandela. Saya bilang “Mandela saja berani pakai batik kemana-mana, masa kita tidak,” kata mantan Wapres Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla, kecintaan Mandela pada batik Indonesia itu berawal ketika menerima hadiah batik dalam kunjungannya ke Indonesia akhir Oktober 1990 sebagai wakil ketua organisasi Kongres Nasional Afrika. Tak disangka Mandela mengenakan batik tersebut ketika datang kembali ke Indonesia tahun 1997 sebagai Presiden Afrika Selatan.

Presiden Soeharto kala itu kabarnya kaget melihat Mandela mengenakan batik saat bertemu dengannya. Sejak saat itu Mandela kerap mengenakan batik ke berbagai acara resmi dunia, termasuk ke Sidang Umum PBB atau Piala Dunia.

Ketika diangkat menjadi menteri perdagangan tahun 1999, Jusuf Kalla meminta Iwan Tirta – seorang disainer terkenal di Indonesia – untuk merancang batik khusus untuk Mandela. Saking sukanya Mandela mengenakan batik, sampai dijuluki “Madiba’s shirt”. Yang menarik – menurut Jusuf Kalla – orang Afrika Selatan sendiri tidak mengenakan batik ini, selain karena harganya yang sangat mahal, batik juga dianggap ciri khas Mandela.

Kalla menambahkan, “Mula-mula waktu Mandela berkuasa tahun 1990an sampai 2000 tidak ada orang yang berani pakai batik karena dianggap “Mandela’s shirt”. Saya sempat tanya sama warga sana, “hei kenapa kalian tidak pakai batik juga?”. Mereka jawab “wah kalau kami pakai batik nanti dianggap ingin menyaingi Mandela Pak!”. Waktu itu Mandela sangat dihormati dan berkuasa, malah dianggap setengah dewa. Jadi tidak ada yang berani pakai batik selain Mandela sendiri, karena itu dianggap ciri khas dia. Saya pernah sebagai menteri perdagangan membuka toko batik di Afrika Selatan, tapi menteri perdagangan sana larang karena toh orang Afrika Selatan tidak berani beli. Dan memang harganya jadi mahal sekali, tak terjangkau. Tapi sekarang, setelah Mandela tidak lagi aktif di pemerintah dan lebih santai, orang Afrika Selatan mulai mengenakan batik untuk acara-acara tertentu”.

Melihat ketertarikan Mandela pada batik, beberapa disainer Afrika Selatan merancang motif-motif batik lain untuknya. Ada yang mengambil motif tradisional Afrika Selatan, tapi tak sedikit yang menggabungkan motif itu dengan motif Indonesia yang memang disukai Mandela. 
 
 
Dari artikel tersebut saya menarik kesimpulan bahwa Indonesia itu benar-benar unik dan selalu mampu memikat hati siapapun yang pernah berkunjung ke Indonesia dan melihat beragam kebudayaan Indonesia seperti NELSON MANDELA yang terpikat akan BATIK Indonesia. 
Tapi saya rasa orang Indonesia sendiri belum terlalu mencintai batik, bahkan banyak yang enggan menggunakan batik karena terkesan terlalu tua dan tidak modis terutama dikalangan remaja. Hal ini tidak boleh kita biarkan terjadi, karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan memajukan negara, bagaimana bisa memajukan negara dan mengenalkan Indonesia di kancah dunia jika kita sendiri tidak tau akan bagaimana sejatinya kebudayaan kita. Jangan sampai setelah di klaim oleh negara lain, barulah kita ribut-ribut, anarkis dan demo di muka umum....
 
Oleh karena itu saya memiliki beberapa saran yang mungkin dapat dipertimbangkan para pembaca untuk mengenalkan salah satu budaya kita yaitu batik kepada masyarakat Indonesia dan remaja khususnya...
  1. Adakan hari batik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Jadi setiap hari batik tersebut seluruh siswa maupun mahasiswa menggunakan batik, sehingga lama kelamaan akan tumbuh rasa memiliki akan batik.
  2. Adakan hari batik tiap bulan untuk seluruh warga negara indonesia. Nanti semua lapisan masyarakat akan menggunakan batik, sehingga semua terlihat merata dengan batiknya.
  3. adakan festival batik tahunan di tiap daerah. Ini akan lebih memantapkan lagi kecintaan warga negara Indonesia akan batik.

Jumat, 20 September 2013

Demi program KB, BKKBN gandeng 68 Mitra Kerja

Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng 68 mitra kerja untuk menyukseskan program keluarga berencana.

"Kami telah bekerja sama dengan 68 mitra kerja yang mempunyai potensi menyukseskan program keluarga berencana," kata kepala BKKBN Prof Fasli Jalal di Banda Aceh, seperti dikutip dari Antara, Selasa (3/9/2013).

Menurut beliau dengan kerja sama tersebut diharapkan hambatan dan permasalahan dalam menjalankan program KKB bisa teratasi, sehingga pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.
Program kependudukan dan keluarga berencana dilaksanakan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Pembangunan kependudukan ini diarahkan kepada pengendalian kuantitas atau jumlah penduduk.

Prof Fasli Jalal menyebutkan permasalahan kependudukan yang kurang menggembirakan tersebut memberi efek dominan bagi pemerintah. Efeknya seperti penyediaan sarana kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, serta lain sebagainya.

Oleh karena itu,  perlu upaya-upaya serius mengatasi masalah kependudukan tersebut. Upaya tersebut seperti menggandeng mitra kerja mendukung kesuksesan program KKB, ungkap beliau.

Kita tentunya sangat berharap semua komponen bangsa bisa saling bahu membahu memperhatikan dan memikirkan masalah kependudukan yang kita alami dewasa ini. Sehingga kita bisa mencegah ledakan penduduk yang mungkin terjadi di Indonesia di tahun 2030 jika peningkatan penduduk ini terus terjadi.

cr: Health.liputan6.com

Kamis, 29 Agustus 2013

Sahabatku... Macet



Kemacetan merupakan salah satu masalah yang populer terjadi di Jakarta, sudah seperti sahabat karena sangat sering kita temui dan alami, padatnya penduduk dan banyaknya bangunan gedung serta tingginya jumlah kendaraan pribadi merupakan penyebab terjadinya kemacetan di Jakarta. Sampai saat ini pemerintah sedang dalam proses menemukan solusi agar kemacetan ini bisa teratasi segera sehingga tidak mengganggu aktifitas dan tidak merugikan orang banyak. 


Kejadian kemacetan dibali semakin hari semakin memburuk, dan sangat ditakutkan akan segera menyusul jakarta. Kemacetan terparah di bali justru terjadi di kawasan-kawasan wisata. Kemacetan di kawasan wisata terkadang sudah melebihi kemacetan jakarta karena warga dan wisatawan harus turun di tengah jalan dan berjalan kaki karena kendaraan sulit bergerak. Salah satu penyebab utama kemacetan di bali adalah pertumbuhan kendaraan bermotor yang tak terkendali. Organda wilayah bali mencatat jumlah sepeda motor di bali saat ini mencapai 2,2 juta unit dan mobil berjumlah 350.000 unit.


Dilihat dari jenisnya, jumlah sepeda motor mencapai 71,81 persen, diikuti mobil pribadi 19 persen, dan sisanya jenis kendaraan yang lain. Untuk mengatasi kemacetan ini,  tak hanya cukup dengan menambah jalan seperti pembangunan jalan tol Denpasar-Nusa Dua atau proyek underpass di kawasan simpang siur. Perlu tindakan yang integratif dengan memadukan rencana tata ruang dan sistem transportasi (Ketua MTI Danang Parikesit dalam Kompas.com).
Dampak dari kemacetan itu sendiri adalah menambahnya polusi di udara sehingga lapisan ozon menipis, dapat menyebabkan gangguan pernafasan, dan menyebabkan lingkungan harus bekerja lebih keras untuk memberantas CO2 yang ada padahal jumlah mereka semakin berkurang setiap hari karena terjadinya penebangan bebas

Oleh karena itu disini saya mengajukan beberapa solusi untuk masalah kemacetan yang mungkin juga melanda wilayah lain yang ada di Indonesia.
1. Membuat jalan tol dan underpass
membuat jalan tambahan ini perlu sebagai alternatif jalan tempuh, agar tidak terjadi kemacetan, dan pengguna kendaraan bisa menggunakan jalan lain sehingga terhindar dari kemacetan.

2. Menambah jumlah angkutan umum
Penambahan jumlah angkutan umum ini perlu, agar mereka lebih mudah untuk mendapatkan akses kendaraan umum, bahkan mungkin disediakan pangkalan-pangkalan khusus untuk angkot maupun bus yang lebih banyak, sehingga mereka mau menaiki kendaraan umum. Sediakan juga jarur khusus angkutan umum, sehingga angkutan umum tidak ikut terkena macet, maka masyarakat akan beralih untuk menggunakan angkutan umum saja daripada menggunakan kendaraan pribadi dan terkena macet.

3. Mengajak masyarakat untuk menggunakan angkutan umum
Bidang perhubungan perlu mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengajak mereka menggunakan kendaraan umum, dapat juga dengan memasang tulisan-tulisan inspiratif yang membuat masyarakat mau menaiki angkutan umum. Salah satu alasan masyarakat enggan menaiki angkutan umum seperti angkot dan bus adalah karena tempatnya kotor, mungkin karena para penumpang sembarangan membuang sampah dan memang dari pengelola sendiri tidak mengontrol kebersihan kendaraannya sebelum beroperasi, sehingga membuat masyarakat enggan menaiki bus maupun angkot. Oleh karena itu pemerintah harus memfasilitasi kendaraan umum tersebut sehingga layak dan aman untuk ditumpangi. Selain itu penumpang juga harus ikut serta menjaga kebersihan dan tidak merokok di dalam kendaraan yang dapat mengganggu penumpang lain.

4. Aktif mengadakan penanaman pohon
Jumlah kendaraan yang semakin meningkat agak susah untuk ditanggulngi, maka kita harus mengantisipasi polusi yang ditimbulkan dengan melakukan gerakan menanam pohon, agar polusi udara dapat dikurangi. Semua institusi sekolah dari SD bisa mengajak muridnya untuk menanam pohon bersama dan mengajarkan bagaimana cara merawatnya sehingga mereka menyayangi pohon.

Tindakan kecil kita merupakan awal dari perubahan, mari menanam pohon agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati udara yang sehat dan segar.