Senin, 21 Maret 2016

KAUM MUDA? JADI APA?




Ketika mendengar tentang kaum muda, maka sering kali orang bertanya siapakah kaum muda? Apa yang bisa dilakukan kaum muda? Akan menjadi apa nanti para kaum muda ini? Begitu banyak pertanyaan terlontar termasuk oleh para kaum muda sendiri yang masih berada dalam masa pencarian jati diri.

Menurut WHO kaum muda berusia 10-24 tahun. Jumlah kaum muda sangatlah banyak. Terdapat 1 dari 4 penduduk dunia merupakan kaum muda. Kaum Muda merupakan 18% dari populasi dunia (hampir 1,2 miliar jiwa).Sensus Penduduk 2010 mencatat jumlah penduduk Indonesia mencapai 237,6 juta jiwa, 53,4 juta diantaranya adalah kaum muda yang terdiri dari laki-laki 51% dan wanita 49%. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2025 yang dasar perhitungan proyeksi menggunakan data sensus penduduk 2000 menghitung jumlah kaum muda akan meningkat menjadi 59 juta di tahun 2025. 

Jumlah kaum muda yang begitu banyakdapat menjadi potensi bagi Indonesia. Kaum mudamerupakan pelaku utama pembangunan negara ke depannya. Diperhitungkan bahwa sejak tahun 2020, Indonesia akan mengalami bonus demografi yang akan memberikan peluang besar bagi Indonesia dari besarnya jumlah kaum muda. Peluang itu akan terjadi selama 10 tahunan yaitu sekitar 2020 hingga 2030.Jumlah penduduk usia tua akan mengikuti periode itu. Peningkatan kualitas hidup akan mendorong peningkatan angka harapan hidup sehingga semakin banyak penduduk yang berumur panjang. Dalam periode tersebut segala upaya pembangunan negara harus dimaksimalkan.

Kaum muda dapat menjadi bencana apabila tidak berbekal pengetahuan dan keterampilan untuk mampu melaksanakan fungsi dan perannya dengan baik. Saat ini jumlah kaum muda yang tidak bersekolah atau putus sekolah sangat banyak karena biaya sekolah yang semakin mahal. Selain itu fasilitas sekolah yang digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar masih kurang. Tidak terjadi pemerataan penyediaan fasilitas fisik antara sekolah di pedesaan dan perkotaan yang membuat minat dan semangat kaum muda untuk melanjutkan sekolah di daerah pedesaan cenderung lebih rendah dari pada di perkotaan. Mereka cenderung memilih untuk bekerja demi mendapatkan uang. 

Kaum muda yang tidak memiliki bekal pendidikan tidak akan dapat bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Selain itu mereka sangat rentan terjerumus kedalam masalah seksualitas, HIV/AIDS, narkoba,  kehamilan yang tidak dikehendaki dan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kondisi kaum muda yang tidak bekerja karena tidak memiliki bekal keterampilan ini dapat memicu masalah sosial seperti pencurian, perampokan, dan kejahatan lain.

Begitu besar harapan yang di bebankan kepada kaum muda sebagai generasi penerus bangsa yang berbanding lurus dengan tantangan yang harus dihadapi merekauntuk dapat bersaing. Oleh karena itu, mulai saat ini kaum muda harus memiliki bekal pendidikan dan keterampilan. Dilengkapi dengan akses untuk mendapatkan pendidikan yang layak, keterampilan, perlindungan dari diskriminasi, kekerasan dan eksploitasi serta jaminan kesehatan fisik dan mentalnya. Sehingga, mereka dapat menemukan potensi mereka dan mengembangkannya dengan baik agar dapat bersaing di dunia kerja. Pada akhirnya, bentuk keterlibatan mereka dalam pembangunan bangsa nanti akan terlihat dariseberapa banyak merekayang terlibat didalam dunia kerja.

Minggu, 13 Maret 2016

REVOLUSI MENTAL GENRE..




Dalam rangka menyambut bonus demografi diharapkan pelajar dan mahasiswa mampu mewujudkan implementasi revolusi mental dan ikut berpartisipasi dalam rangka mewujudkan pelaksanaan program-program pemerintah terkait masalah kependudukan.

Karakter remaja yang muda, perduli dan bertanggung jawab harus di tekankan. Pandangan bahwa masalah kependudukan adalah urusan orang dewasa dan pemerintah harus dirubah. Dominasi remaja sepertiga dari jumlah penduduk tentu akan menghasilkan sebuah perubahan yang cukup besar apabila mau ikut berperan menangani masalah kependudukan. Akan terlihat sia-sia apabila pemerintah memiliki program yang bagus namun dari masyarakat terutama remaja tidak ikut andil dalam mensukseskan program tersebut.

Fakta bahwa meningkatnya jumlah pernikahan usia dini pada remaja karena terjadinya kehamilan tidak bisa dipungkiri lagi. Menurut data penelitian Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia tahun 2015, angka pernikahan dini di Indonesia peringkat kedua di kawasan Asia Tenggara. Ada sekitar 2 juta dari 7,3 perempuan Indonesia di bawah umur 15 tahun sudah menikah dan putus sekolah. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 3 juta orang di tahun 2030.

Berdasarkan hal tersebut, revolusi mental remaja tentang program generasi berencana (GenRe) sangat diperlukan. Remaja harus tersentuh informasi-informasi terkait dengan isu-isu kependudukan. Sehingga remaja dapat melihat fakta-fakta dilapangan seperti apa dan mau untuk ikut berpartisipasi mensukseskan program GenRe.

Tentu dalam penyelenggaraannya pemerintah dapat menggalakan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Diharapkan setiap kelompok remaja baik di pedesaan maupun di pekotaan, di sekolah maupun di universitas terdapat PIK-R. Sehingga seluruh remaja terjamah akan informasi seputar TRIAD KRR (seksualitas, napza dan HIV/AIDS), pendewasaan usia perkawinan (PUP), 8 fungsi keluarga dan life skill yang menjadi materi pokok program GenRe. Di dalam PIK-R ini akan terbentuk kader-kader yang akan terus menyebarkan setiap informasi kepada teman-temannya. Diskusi dengan teman sebaya tentu akan lebih efektif karena terdapat kesamaan umur yang membuat remaja lebih santai dan nyaman. Berdasarkan hal tersebut mari kita sukseskan revolusi mental GenRe dengan mengubah mindset remaja tentang keberadaan program kependudukan bagi remaja (GenRe) dengan mengenalkan fakta-fakta terkait isu kependudukan yang ada masyarakat.

Salam Revolusi Mental GenRe..

Jumat, 11 Maret 2016

REMAJA... ASET NEGARAKU




Persoalan keluarga berencana merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh negara-negara besar yang memiliki jumlah penduduk yang sangat padat, dan untuk Indonesia sendiri menempati urutan ke 4 setelah China, India dan Amerika Serikat. Jumlah penduduk indonesia berdasarkan proyeksi data penduduk tahun 2010 menurut badan pusat statistik (BPS) indonesia, jumlah penduduk indonesia di tahun 2015 mencapai 255.461 ribu jiwa. Ternyata dari jumlah tersebut, sepertiganya adalah penduduk remaja yang berusia 10-24 tahun. Melihat hal ini kita bangsa indonesia harus bersiap-siap untuk menghadapi bonus demografi di tahun 2030.
Bonus demografi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang. Bonus Demografi terjadi karena penurunan kelahiran yang dalam jangka panjang menurunkan proporsi penduduk muda sehingga investasi untuk pemenuhan kebutuhannya berkurang dan sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Negara harus serius melihat dampak dari bonus demografi ini, akankah benar-benar menjadi keuntungan bagi negara atau malah menjadi bencana demografi.
Hal ini disebabkan oleh maraknya seks bebas dikalangan remaja yang dilatarbelakangi rasa ingin tahu. Apalagi di jaman modern ini, semua bisa di akses dengan mudah di internet, termasuk video porno yang bisa merangsang gairang untuk melakukan seks bebas. Sehingga mereka akan mencoba-coba melakukannya untuk kesenangan tanpa memikirkan hal yang dapat terjadi. Kemudian mereka menikah tanpa memikirkan apa yang akan dilakukan setelah menikah dan dimana meraka akan bekerja untuk biaya hidup.
Dampak dari pernikahan usia dini sangatlah banyak. Hal yang paling sering terjadi ialah kekerasan dalam rumah tangga akibat dari kurangnya kesiapan mental dan sosial dari remaja untuk menjadi orang tua dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain itu bahaya juga sedang mengintai calon ibu dan bayinya. Pada masa hamil dapat terjadi keguguran karena kondisi rahim yang belum siap sebagai tempat berkembangnya janin. Disamping itu resiko bayi lahir dengan berat badan rendah sampai kecacatan cukup tinggi. Pada saat persalinan dapat terjadi perdarahan dan tak jarang terjadi kematian ibu. Setelah bersalin ibu dapat mengalami depresi postpartum karena di usia yang masih muda sudah harus mengurusi bayi dan melakukan pekerjaan rumah.
Sering terjadi di masyarakat, pasangan yang menikah muda cenderung belum memiliki pengetahuan mengenai keluarga berencana. Sehingga tak jarang seorang ibu usia 25 tahun sudah memiliki 3 anak dan bahkan di pedesaan ada yang sedang mengandung anak ke empatnya. Hal ini terjadi karena memang dari pemahaman masyarakat belum cukup mengenai bagaimana untuk merencanakan keluarga yang sehat.
Kejadian-kejadian seperti inilah yang akan berdampak besar pada pemerintahan. Disamping itu pernikahan dini merupakan salah satu penyumbang angka peningkatan pertumbuhan penduduk di Indonesia, karena mereka telah menambah jumlah penduduk dari usia muda bayangkan jika anak mereka juga menikah muda, akan berapa persen peningkatan pertumbuhan penduduk yang terjadi di tahun 2030. Selain itu angka ketergantungan meningkat sehingga negara harus mengeluarkan uang untuk membantu masyarakat. Seharusnya dengan adanya bonus demografi, jumlah masyarakat produktif lebih banyak sehingga akan berdampak positif terhadap negara.
Banyak upaya yang telah dilakukan oleh BKKBN untuk menangani masalah kependudukan. Pada penduduk remaja, program yang digalakkan adalah program generasi berencana (genre) yaitu dengan pendewasaan usia perkawinan. Dimana usia sehat menurut BKKBN untuk menikah adalah minimal 21 tahun untuk perempuan dan minimal 25 tahun untuk laki-laki. Pada usia 21 tahun organ reproduksi remaja putri sudah berkembang optimal, sehingga sudah siap sebagai tempat perkembangan janin dan siap untuk menjadi seorang ibu. Sedangkan di usia 25 tahun seorang laki-laki dianggap sudah matang dari segi fisik, mental dan sosial untuk menjadi kepala rumah tangga. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mensukseskan program genre karena remaja merupakan aset negara generasi penerus bangsa. Siapkan remaja untuk menghadapi bonus demografi dengan membekali mereka pengetahuan dan pendidikan karakter. Bila kualitas remaja rendah maka negara tidak akan dapat menjadi negara yang maju.

Kamis, 08 Oktober 2015

NIKAH MUDA BUKAN PILIHAN



 

Hai sahabat...kali ini saya akan memberikan informasi penting tentang menikah usia muda, semoga membuat kalian berfikir kembali untuk membuat keputusan akan menikah muda ya...
keep reading..:)
 
Ternyata maraknya pernikahan usia dini ternyata turut menyumbang pada tingginya angka kematian ibu. Pernikahan usia dini termasuk faktor risiko kematian ibu. Risiko kematian ibu naik jika hamil di usia terlalu muda, jarak antar kehamilan terlalu rapat, jumlah anak terlalu banyak, dan hamil di usia terlalu tua.. Dari sisi kesehatan, organ reproduksi perempuan berusia di bawah 19 tahun belum matang sehingga menikah dan hamil di usia itu berisiko tinggi, seperti perdarahan. Di usia itu, pengetahuan kesehatan reproduksi remaja juga kurang. 

Data Riset Kesehatan Dasar 2010 menunjukkan, angka pernikahan usia dini (19 tahun ke bawah) 46,7 persen. Bahkan, perkawinan di kelompok umur 10-14 tahun hampir 5 persen.

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 menyebutkan, 12,8 persen perempuan usia 15-19 tahun sudah menikah. Pernikahan remaja terbanyak terjadi di pedesaan pada perempuan berstatus pendidikan rendah dan berasal dari keluarga berstatus ekonomi rendah.

Namun, pernikahan remaja di perkotaan, khususnya di daerah suburban, meningkat pesat. Dengan melebarnya wilayah perkotaan, peluang pernikahan dini di pinggir kota kian besar.

Selain pendewasaan usia pernikahan, calon ibu juga harus berstatus gizi baik sejak remaja, bahkan anak-anak. Jika status gizi calon ibu kurang, kehamilan kurang gizi memicu anemia yang berdampak buruk pada janin. Pengetahuan gizi dan kesehatan reproduksi yang baik bisa diperoleh dari tenaga kesehatan dan sekolah.

Karena itu, pendewasaan usia pernikahan dan pembekalan pengetahuan kesehatan reproduksi mesti dilakukan. Sebab, upaya menurunkan kematian ibu saat hamil, persalinan, dan masa nifas sulit dilakukan tanpa menyiapkan kehamilan ibu sejak dini.

Kehamilan usia muda juga memicu persoalan baru. Banyak ibu muda tidak paham dirinya hamil karena tidak punya pengetahuan reproduksi yang cukup. Sehingga resiko melahirkan bayi cacat juga cukup tinggi.

Jadi buat kalian yang masih muda, masih remaja, nikmatilah masa muda kalian, kalo sekolah ya sekolah, kuliah ya kuliah, karena ketika menikah tanggung jawab yang lebih besar akan kalian jalani. Baik sebagai istri, ibu maupun menantu.Tidak ada yang lebih menyenangkan dari masa remaja. Ingat usia menikah yang sehat menurut BKKBN minimal untuk perempuan adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.
 
Jadi masih pengen nikah muda??...
sukses dulu kali ya...:D

Jumat, 10 Oktober 2014

GENERASI ANTI KORUPSI

Salah satu permasalahan kependudukan yang sedang dialami bangsa kita saat ini adalah Korupsi.
Korupsi sepertinya telah menjamur dikalangan pejabat negara. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya KPK menjaring orang-orang yang melakukan tindak kejahatan korupsi yang berlatarbelakang pejabat negara. Namun memang tidak semua pejabat negara melakukan tindak korupsi. Tetapi hanya sedikit yang berani berkoar dan dengan tegas untuk menolak tindakan korupsi. Hal inilah yang membuat tindak korupsi tidak dapat diberantas sampai ke akarnya.

Perhatikan tokoh ini,



Ya...beliau adalah orang yang belakangan paling sering muncul di TV dan dengan tegas menolak tindak korupsi. Bapak Basuki Tjahaja Purnama atau sering disebut Pak Ahok. Beliau juga dengan berani mengunggah kegiatan-kegiatan pemerintahan ke media. Sifat transparan inilah yang membuat beliau dikagumi banyak orang terutama dari kalangan mahasiswa. Namun tidak sama dengan beberapa pihak/golongan lain, Pak Ahok dianggap malah melecehkan beberapa pihak. Tetapi hal tersebut tak lantas membuat pah Ahok menyerah, beliau tetap berpegang teguh pada prinsipnya selama itu benar, meskipun banyak serangan yang digencarkan untuk beliau.

Tokoh Berikutnya adalah


Beliau adalah bapak Ketua KPK kita. Bapak Abraham Samad. Beliau juga merupakan tokoh yang tetap berpegang teguh pada prinsipnya untuk memberantas tindak korupsi di negeri ini. Tanpa pandang bulu beliau menangkap pejabat negara yang melakukan tindak korupsi. Berlatarbelakang dari pengalam waktu kecilnya yang dimarahi oleh ibunya karena mengambil tanpa ijin kapur tulis dari sekolah, membuat tokoh satu ini menjadi salah satu tokoh yang memiliki integritas tinggi dan mampu memimpin KPK dengan baik.

Mereka berdua tidak hanya berkoar tetapi juga mengajak orang lain untuk ikut serta dalam gerakan anti korupsi. Hal ini patut kita jadikan panutan. Apabila kita menginginkan perubahan terhadap negara kita, kita tidak bisa hanya memperbaiki diri dan diam menonton. Tetapi kita harus berusaha berbicara dan mengajak orang lain untuk bergabung bersama kita. Sehingga kita memiliki kekuatan untuk melawan maraknya tindak korupsi.

Oleh karena itu sahabatku semua yang membaca tulisan ini, marilah kita bersama-sama ikut serta untuk memerangi tindak korupsi di negeri tercinta ini. Menjadi Generasi Anti Korupsi. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Saya harap setelah membaca ini, pikiran kita menjadi lebih terbuka lagi, dan tanyakan pada diri kalian...
" Tidakkah saya ingin menjadi bagian dari perubahan negeri ini??...Apakah hal sederhana yang dapat saya lakukan untuk memperbaiki negeri ini??..."

Salam sahabat, salam anti korupsi..

Kamis, 15 Mei 2014

BKKBN selenggarakan Lomba Kependudukan ke- II Tahun 2014

Seperti di tahun sebelumnya BKKBN juga menyelenggarakan lomba yang bertema " Kependudukan di Indonesia" pada tahun 2014 ini. Adapun Lomba yang diselenggarakan adalah:
  1. Lomba Penulisan Kreatif
  2. Lomba Blogger
  3. Lomba Pidato
Seperti di tahun 2013 lalu para pemenang akan di Undang ke Jakarta untuk mengikuti lomba memperebutkan juara I, II dan III tingkat Nasional.

Info lengkap Klik http://www.bkkbn.go.id/publikasi/default.aspx?RootFolder=%2Fpublikasi%2FDocuments%2FDirektorat+Kerjasama+Pendidikan+Kependudukan%2FLomba+Kependudukan&FolderCTID=0x01200074B83452296D1146BDAC0BABD4CEDDB0&View={473A1CEF-16F0-4CE8-8E63-4BDD708AD477}&I

Seluruh biaya transportasi di tanggung panitia.
Jadi Dont Miss It ya..:D

Sabtu, 07 Desember 2013

NELSON AJA BANGGA PAKE BATIK, MASA KITA ENGGAK??

Baru tanggal 5 Desember kemarin Afrika kehilangan salah satu putra terbaik mereka...
NELSON MANDELA, 
Siapa yang tidak mengenal beliau, beliau adalah orang hebat yang sangat terkenal akan kiprahnya di dunia revolusioner anti apherteid dan politisi afrika...
setelah meninggal orang2 semakin menggali tentang sosok Nelson Mandela, akhirnya saya menemukan salah satu artikel yang menunjukan kecintaan seorang Nelson Mandela dengan Indonesia...

 

Nelson Mandela dan Batik Indonesia

Satu yang paling diingat warga Indonesia dari almarhum Nelson Mandela, yaitu keberanian dan konsistensinya tampil beda dengan mengenakan batik Indonesia dalam berbagai acara dunia.
Nelson Mandela sering mengenakan baju bermotif batik dalam berbagi peristiwa (foto: dok).
Nelson Mandela sering mengenakan baju bermotif batik dalam berbagi peristiwa (foto: dok).

Masyarakat Indonesia turut berbelasungkawa dengan wafatnya Nelson Mandela 5 Desember lalu. Tetapi ada satu yang paling diingat warga Indonesia dari Mandela, yaitu keberanian dan konsistensinya tampil beda dengan mengenakan batik Indonesia dalam berbagai acara dunia.

“Pertama kita semua di seluruh dunia ini menghormati Mandela dari banyak sisi. Sisi perdamaian dan ketegaran. Indonesia menambah satu lagi yaitu sisi budaya. Bagaimana Mandela lebih berani dan konsisten mengenakan batik daripada rakyat Indonesia. Kita hormati dia karena telah memotivasi dan memberi dorongan untuk mengenakan batik tradisional kita, disamping faktor-faktor lain yang dihargai dunia. Saya sendiri waktu pada waktu mengubah kebiasaan Indonesia dari jas ke batik sering merujuk pada Mandela. Saya bilang “Mandela saja berani pakai batik kemana-mana, masa kita tidak,” kata mantan Wapres Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla, kecintaan Mandela pada batik Indonesia itu berawal ketika menerima hadiah batik dalam kunjungannya ke Indonesia akhir Oktober 1990 sebagai wakil ketua organisasi Kongres Nasional Afrika. Tak disangka Mandela mengenakan batik tersebut ketika datang kembali ke Indonesia tahun 1997 sebagai Presiden Afrika Selatan.

Presiden Soeharto kala itu kabarnya kaget melihat Mandela mengenakan batik saat bertemu dengannya. Sejak saat itu Mandela kerap mengenakan batik ke berbagai acara resmi dunia, termasuk ke Sidang Umum PBB atau Piala Dunia.

Ketika diangkat menjadi menteri perdagangan tahun 1999, Jusuf Kalla meminta Iwan Tirta – seorang disainer terkenal di Indonesia – untuk merancang batik khusus untuk Mandela. Saking sukanya Mandela mengenakan batik, sampai dijuluki “Madiba’s shirt”. Yang menarik – menurut Jusuf Kalla – orang Afrika Selatan sendiri tidak mengenakan batik ini, selain karena harganya yang sangat mahal, batik juga dianggap ciri khas Mandela.

Kalla menambahkan, “Mula-mula waktu Mandela berkuasa tahun 1990an sampai 2000 tidak ada orang yang berani pakai batik karena dianggap “Mandela’s shirt”. Saya sempat tanya sama warga sana, “hei kenapa kalian tidak pakai batik juga?”. Mereka jawab “wah kalau kami pakai batik nanti dianggap ingin menyaingi Mandela Pak!”. Waktu itu Mandela sangat dihormati dan berkuasa, malah dianggap setengah dewa. Jadi tidak ada yang berani pakai batik selain Mandela sendiri, karena itu dianggap ciri khas dia. Saya pernah sebagai menteri perdagangan membuka toko batik di Afrika Selatan, tapi menteri perdagangan sana larang karena toh orang Afrika Selatan tidak berani beli. Dan memang harganya jadi mahal sekali, tak terjangkau. Tapi sekarang, setelah Mandela tidak lagi aktif di pemerintah dan lebih santai, orang Afrika Selatan mulai mengenakan batik untuk acara-acara tertentu”.

Melihat ketertarikan Mandela pada batik, beberapa disainer Afrika Selatan merancang motif-motif batik lain untuknya. Ada yang mengambil motif tradisional Afrika Selatan, tapi tak sedikit yang menggabungkan motif itu dengan motif Indonesia yang memang disukai Mandela. 
 
 
Dari artikel tersebut saya menarik kesimpulan bahwa Indonesia itu benar-benar unik dan selalu mampu memikat hati siapapun yang pernah berkunjung ke Indonesia dan melihat beragam kebudayaan Indonesia seperti NELSON MANDELA yang terpikat akan BATIK Indonesia. 
Tapi saya rasa orang Indonesia sendiri belum terlalu mencintai batik, bahkan banyak yang enggan menggunakan batik karena terkesan terlalu tua dan tidak modis terutama dikalangan remaja. Hal ini tidak boleh kita biarkan terjadi, karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan memajukan negara, bagaimana bisa memajukan negara dan mengenalkan Indonesia di kancah dunia jika kita sendiri tidak tau akan bagaimana sejatinya kebudayaan kita. Jangan sampai setelah di klaim oleh negara lain, barulah kita ribut-ribut, anarkis dan demo di muka umum....
 
Oleh karena itu saya memiliki beberapa saran yang mungkin dapat dipertimbangkan para pembaca untuk mengenalkan salah satu budaya kita yaitu batik kepada masyarakat Indonesia dan remaja khususnya...
  1. Adakan hari batik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Jadi setiap hari batik tersebut seluruh siswa maupun mahasiswa menggunakan batik, sehingga lama kelamaan akan tumbuh rasa memiliki akan batik.
  2. Adakan hari batik tiap bulan untuk seluruh warga negara indonesia. Nanti semua lapisan masyarakat akan menggunakan batik, sehingga semua terlihat merata dengan batiknya.
  3. adakan festival batik tahunan di tiap daerah. Ini akan lebih memantapkan lagi kecintaan warga negara Indonesia akan batik.